Workisme, Pemikiran Baru Asal Italia

Ekonomi Sep 29, 2017

Demonstran gabungan dari kelas pekerja juga pelajar ialah melebihi aliansi politis maupun ideologis. Mereka adalah tanda integrasi organik dari buruh dan intelektual yang memiliki rasa solidaritas tinggi.


Franco Bifo Berardi - The soul at work

Judul Buku: The Soul at Work

Penulis: Franco Berardi

Penerbit: Semiotext(e)

Tebal Buku: 229 halaman

Tahun Terbit: 2009

Pergerakan selalu menjadi hal menarik untuk dikaji, telah banyak pergerakan baik buruh dari kalangan kelas pekerja maupun pelajar dari kalangan intelektual melakukan demonstrasi untuk melawan tirani dan eksploitasi. Banyak gerakan ini tidak tercatat dalam sejarah dan terdisintegrasi dengan cepat karena lemahnya peran negara dalam menyelesaikan masalah. Namun kita tidak sepenuhnya, secara terus-menerus, menyalahkan negara. Terkadang permasalahan yang dihadapi buruh berasal dari para kapitalis yang sifatnya monopolistik terhadap faktor-faktor produksi. Franco Berardi yang kerap dipanggil “Bifo”, seorang aktivis “Workerism” dari Italia yang menganut tradisi pemikiran Marxisme-Otonomis membedah secara mendalam mengenai munculnya gerakan-gerakan perlawanan di seluruh belahan dunia yang diawali pada tahun 1968.

Bifo menyatakan bahwa sejak tahun 1960an, para buruh dan pelajar bersatu dalam melakukan gerakan penolakan terhadap kapitalisme secara masif dan global. Marxisme menjadi trending topic dari berbagai mahzab pemikiran yang ada di Eropa utamanya. Gerakan tahun 68 tidak hanya menolak keberadaan kapitalisme tapi juga rezim sosialis yang sifatnya mengekang kebebasan berpendapat. Bahkan dari dekade ini muncul pemikiran baru semacam posfeminisme.

Gerakan pada tahun 1968 adalah munculnya kesadaran kolektif akan keberadaan globalisasi dan ancaman-ancaman yang dibawa olehnya. Namun globalisasi ini memunculkan dampak positif bagi para demonstran, yakni internasionalisme dengan contohnya di Berkeley, banyak orang berdemo untuk kebebasan Vietnam,  di Shanghai, banyak orang berkumpul untuk menyatakan solidaritasnya pada pergerkan pelajar di Paris, para pelajar dari Praha bertarung melawan otoritarianisme yang dilakukan oleh Uni Soviet. Dan di Milan, mereka berhadapan langsung dengan kapitalisme. Makna dari kemunculan gerakan-gerakan tersebut adalah aliansi historis antara intelektual dan buruh melawan eksploitasi industri. Gerakan ini yang menandakan bahwa masyarakat internasional menolak dijadikan masyarakat industri.

Dalam beberapa sektor yang disebutkan oleh Bifo dalam bukunya, sektor pabrik mobil salah satunya yang paling mencolok. Pada tahun 1970, sektor produksi mobil diserang oleh demonstrasi besar-besaran dari buruh dan pelajar yang dimana para buruh juga melakukan pemogokan karena upah yang sangat tidak manusaiwi begitupula jam kerjanya. Namun kapitalis selalu memiliki manuver dalam mengalahkan pergerakan buruh dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menekuk gerakan pemogokan. Penataan ulang urusan teknis kerja menggantikan tenaga kerja manusia dengan mesin, mengotomatisasi siklus produksi dalam pabrik, juga menekan mental para buruh.

Demonstran gabungan dari kelas pekerja juga pelajar ialah melebihi aliansi politis maupun ideologis. Mereka adalah tanda integrasi organik dari buruh dan intelektual yang memiliki rasa solidaritas tinggi, mereka adalah perkumpulan yang sadar akan keberadaan mereka dikalangan bawah yang dijelasakan Marx dalam bukunya Grundrisse. Hubungan antara pertarungan kelas pekerja dan intelektual dan perkembangan teknologi dibahas lebih mendalam oleh para neo-Marxis asal Italia yang menamai pemikiran mereka sebagai “Workerism” atau “Pekerjaisme”.

Kapital telah menguasai dualisme dari tubuh dan jiwa dimana para pekerja dimobilisasi untuk keuntungan para kapitalis. Pekerjaan produksi di pabrik telah mempekerjakan seluruh bagian tubuh manusia, sekarang dengan kemajuan teknologi, jiwa mereka pun tertarik kedalam komputer, dimana mereka harus berfokus didepan layar selama berjam-jam. Perkembangan teknologi telah menguasai jiwa para buruh dan pelajar disini adalah satu-satunya kelas yang masih berpihak kepada mereka. Dalam buku ini, Bifo masih membahas banyak hal lain, seperti alienasi, otonomi dan model produksi kapitalis yang menjadi sumber siksaan yang dialami kelas pekerja. Tidak dipungkiri lagi bahwa buku ini adalah sebuah karya besar diabad keduapuluhsatu yang hanya bisa disajikan oleh seorang Marxis Italia. (rez)

Reza Maulana Hikam

Undergraduate student of Public Administration in Airlangga University. Founder of this book review website, Kedai Resensi Surabaya. Free writer in Geo Times.