Categories
Serba-serbi

INTEROGASI ANTONIO NEGRI 1979 (Pasca Pembunuhan Aldo Moro)

Transkrip interogasi Antonio Negri dalam persidangan terkait pembunuhan Aldo Moro ini penting disimak terkait pandangannya pada gerakan autonomia Italia dan prosedur ‘ganjil’ para hakim dalam persidangan.

Hakim: jelaskan kepada kami apa yang telah kamu tulis berkenaan dengan perlawanan bersenjata.

Negri: Berkaitan dengan perlawanan bersenjata, posisi saya telah dijelaskan sepenuhnya dalam buku saya, 33 Lessons on Lenin, yang merupakan penyelidikan kembali pemikiran Lenin yang mengarah kepada penerimaan terhadap perjuangan bersenjata sebagai sebuah momen inti dalam perkembangan dari perjuangan revolusioner dari kelas dan massa. Tapi saya telah, dalam seluruh pernyataan publik saya, selalu mengungkapkan penolakan mendalam, secara luas dan beralasan dari segala bentuk perlawanan bersenjata yang melibatkan militerisasi dari Gerakan dan aktivitas bawah tanah.

Hakim: Anda telah mengatakan bahwa kebanyakan dari kelompok militan dalam Potere Operaio (P.O) berlawanan dengan klandestinisasi dan dengan perlawanan bersenjata. Saya akan memperlihatkan kepada anda dua dokumen yang ditemukan dalam berkas anda. Pertama adalah sebuah kertas stensil yang memuja perlawanan bersenjata dari beberapa kawan dalam P.O yang ditangkap karena memiliki bom molotov. Kedua, juga sebuah kertas stensil dengan kop surat P.O yang menjelaskan “kenapa Idalgo Macchiarini dan Robert Negret telah diculik dan diadili,” (dua manajer perusahaan, satu dari Sit-Siemens di Milan dan satunya dari Renault dari Paris). Saya harus mengingatkan anda bahwa Macchiarini diculik pada tahun 1972 dan tindakan tersebut diklaim oleh Brigade Merah (B.R).

Negri: keduanya adalah leaflet yang dapat ditemukan dalam tumpukan dokumen dari organisasi manapun yang ada pada tahun 1968. Dalam perkara apapun, keduanya tidak mengindikasikan sebuah garis P.O. seperti pemujaan umum dan sembarangan bahwa Gerakan ini menganugerahkan inisiatif pertama dalam perjuangan bersenjata yang bersifat massal.

Jaksa Penuntut Umum: Pernahkah anda membagikan leaflet semacam ini?

Negri: Saya mulai berhenti melakukannya sekitar sepuluh tahun yang lalu, kisaran 1970.

Hakim: saya memperlihatkan kepada anda materi tertulis ini berisi beberapa catatan yang saya percayai bahwa anda menulisnya. Apakah anda ingin memverifikasi kontennya?

Negri: dokumen tersebut berisikan telaah dari situasi pada saat itu yang mana saya menyepakatinya. Dokumen itu sepertinya sepenuhnya milik saya, tanpa mengabaikan fakta bahwa hal itu mewakili hasil dari diskusi kolektif dan maka dari itu berisikan beberapa poin yang tidak saya sepakati. Pada umumnya, dokumen itu dicirikan oleh anggapan mengenai fakta yang tidak bisa diputarbalikkan mengenai hubungan kelas yang amat sangat antagonistik. Maka dari itu, ia juga berbicara mengenai strategi ala “Vietnam” dalam Gerakan dalam situasi yang ada dan tidak bisa diputarbalikkan. Ia menekankan pada aspek-aspek utama dalam perjuangan massa, yang diperjelas dalam bagian tengah dari dokumen yang sama mengenai empat kampanye: mengenai jam kerja dan upah, mengenai anggaran belanja publik, mengenai senjata nuklir dan mengenai terorisme Negara.

Jelas sudah bahwa jika seseorang berbicara mengenai perlawanan ofensif (menyerang)—ia berbicara mengenai kondisi-kondisi material dari eksploitasi dalam hubungannya dengan kondisi-kondisi baru dari produksi sosial (pekerjaan sosial, pekerjaan off-the-book, pekerjaan perempuan, berbagai metode untuk menghasilkan nilai lebih yang absolut dan maka dari itu eksploitasi yang brutal). Semua hal ini menjelaskan sebuah situasi dari antagonisme sosial yang ekstrim di antara kelas-kelas dan kelompok-kelompok sosial, yang mana kesimpulannya mengarah dalam sebuah bentuk istilah dari perang saudara. Perhatikan perbedaan besar dan dramatis yang dibuat tesis berkaitan dengan posisi B.R.

Hakim: saya tidak begitu melihat perbedaannya.

Negri: perbedaan antara penanggalan kekuasaan dan pelemahan sistem politik. Faktanya, permasalahan mendasar adalah pelemahan sistem politik melalui penanggalan dari sistem sosial dari eksploitasi. Ini adalah proses revolusioner seperti yang saya maksud — sebuah proses material yang secara serentak merusak dominasi mesin kapitalis sepenuhnya dan menyediakan kebutuhan mendasar dari proletariat (perbaikan-diri). Proses insureksi (maka dari itu proses yang berkaitan dengan perang saudara) hanya dapat menempatkan dirinya pada akhir dari kerumitan dari gerakan sosial ini. Pada titik ledakan kontradiksi obyektif itulah perjuangan diintensifkan dan sistem ekonomi yang eksploitatif akan kesulitan menjaga fungsi hukumnya.

Jaksa Penuntut Umum: Tapi saya masih tidak memahami perbedaannya dengan B.R.

Negri: Perbedaan antara apa yang saya katakan dengan ideologi dari B.R. berada pada poin-poin berikut. Pertama, konsepsi organisasi. B.R. memiliki gagasan keorganisasian yang sangat terpusat (partai), yang disajikan sebagai senjata fundamental dan eksklusif dan faktor penentu dalam pertarungan dengan Negara. Gerakan massa, meskipun dikatakan fundamental, dianggap tidak efektif tanpa petunjuk eksternal dari partai. Hal ini adalah ideologi klasik dari Internasionale Ketiga. “Autonomia Operaia“, sebaliknya — didasarkan pada tradisi dari Marxisme revolusioner di Italia — menganggap organisasi sebagai organisasi massa yang menyaring dan menerjemahkan menjadi dirinya sendiri, menjungkirbalikkan organisasi kapitalis dari produksi sosial. “Autonomia” muncul dari pertumbuhan kebutuhan langsung dari proletariat. Ini adalah sebuah momen untuk pembongkaran melalui sebuah perjuangan melawan eksploitasi dan pembebasan dari kebutuhan proletar.

Kedua, konsep dari insureksi. Bagi B.R. konsep insureksi berhubungan dengan isu mengenai pengambilalihan kekuasan Negara. Bagi “Autonomia”, pengambilalihan adalah sebuah istilah yang tidak bermakna setidaknya karena dua hal: bahwa tidak ada kekuasaan negara yang ada di luar organisasi material dari produksi; bahwa tidak ada revolusi kecuali sebagai sebuah proses transisional dalam pembuatan dan hanya setengah disadari. Maka dari itu jelas sudah bahwa “Autonomia” menolak segala pemikiran terkait “kudeta” Negara melalui tindakan yang diarahkan terhadap lembaga. Segala tindakan harus mengarahkan dirinya menuju penyediaan atas kebutuhan fundamental dari proletariat. Bagi B.R. pembebasan proletariat dan segala usaha dan segala momen dari perjuangan dalam arti ini ialah mustahil jika tatanan kekuasaan Negara tidak diserang dan dihancurkan.

Hakim: Saya akan memperlihatkan kepada anda sejajaran dokumen mengenai isu serikat, yang mana di antaranya disebutkan kalimat “serang dan putar mejanya”. Saya percaya bahwa tujuan ini ialah sama dengan organisasi bawah tanah dan militeristik seperti B.R.

Negri: Kebanyakan dari dokumen-dokumen ini — seperti yang sebelumnya kita bicarakan — telah diterbitkan dalam jurnal Rosso. Saya percaya bahwa panggilan untuk “serangan melawan bahkan perwakilan demokratis dari serikat” adalah bagian dari garis tetap yang permanen dari “Autonomia” dan hal ini dibenarkan oleh haluan umum dari hubungan politik dalam masyarakat ini. Ketika seseorang berbicara mengenai serangan terhadap tatanan serikat, ia bermaksud perlawanan massa terhadap serikat dan penggunaan hak demokrasi radikal dari para pekerja dan proletar.

Hakim: Jelaskan maksud dari ungkapan “poros terorganisir dari Otonomi” dan “poros pelengkap”.

Negri: Ketika saya berbicara mengenai “poros terorganisir dari Otonomi” saya merujuk kepada pelopor massa otonom yang bertindak di pabrik-pabrik, dalam pelayanan organisasi, dalam daerah sekitar. Sedangkan “poros pelengkap” maksud saya adalah kelompok kecil spontan yang bekerja di wilayah Otonomi.

Hakim: Tapi apakah anda punya tujuan yang sama atau tidak dengan B.R?

Negri: Tampaknya bagi saya keliru untuk menyatakan hubungan yang tidak ambigu antara polemik anti perserikatan yang dikembangkan secara umum dalam gerakan Kiri Marxis dan praktik militer dari B.R.

Hakim: Ingat bahwa anda juga memiliki dalam berkas anda dokumen yang berjudul Outline for the Construction of a Workers Coordination (Garis Besar untuk Pembangunan dari Sebuah Koordinasi Pekerja). Di antara beberapa barang, dalam materi milik anda dikatakan “sejumlah banyak peleton pelayan majikan harus ditempatkan dalam situasi tidak berbahaya. Manajer adalah mata rantai pertama dari rantai terorganisir di mana perintah dari majikan dilaksanakan.” dan selanjutnya “Mari kita mengorganisir patroli proletarian yang bertujuan untuk menghilangkan penipu dari tempat kerja; mari kita buat patroli tersebut sebagai alat dari organisasi permanen di dalam dan luar pabrik…” Tidak mungkin dipertanyakan lagi bahwa hal-hal ini adalah tujuan sejenis dari B.R.

Negri: Dari pembacaan sekilas dari dokumen, saya percaya bahwa itu bukan tulisan saya.

Jaksa Penuntut Umum: Tapi ingat bahwa dalam berkas anda ada dokumen lainnya ditulis tangan atau diketik oleh anda, dengan isi yang sama!

Pengacara: Anda harus memberitahu kepada kami apa yang dibuktikan dalam dokumen ini! Aturan peradilan mewajibkan bahwa terdakwa harus dibuat sadar “dalam cara yang tepat dan jelas” tindakan yang dihubungkan kepadanya sebagai pelanggaran yang bisa dihukum dan semua bukti relatif terhadap tindakan tersebut.

Jaksa Penuntut Umum: Anda mencoba menghalangi jawaban atas pertanyaan itu.

Negri: tidaklah berguna menjadi begitu bersemangat karena saya berkenan untuk menjawab pertanyaannya. Dalam berkas-berkas saya mengumpulkan materi yang saya tulis dan dokumen-dokumen dari berbagai posisi politik yang ada dalam Gerakan. Seluruhnya yang mana, seperti yang saya lakukan sebelumnya pada 1969-an, telah disumbangkan kepada sebuah yayasan.

Hakim: Agar lebih lengkap sekarang saya akan memperlihatkan pada anda tiga dokumen lainnya: sebuah manuskrip, The Patrol, the Brigades, the Red Guard with Tennis Shoes (Patroli, Brigade, Garda Merah dengan Sepatu Tenis), materi yang diketik yang mana, di antara hal-hal lain, ia menyatakan bahwa “patroli menggunakan sepatu tenis menutupi wilayah si majikan dan menyerang musuh menyusun ulang kelas”; dan sebuah surat yang dialamatkan kepada anda, di mana pengirimnya sepakat dengan anda terkait praktik dari patroli tersebut.

Negri: Manuskrip itu adalah garis besar dari sebuah artikel yang saya tulis untuk Rosso. Gagasan mengenai patroli proletar terlihat bagi saya dapat menjadi sebuah alat yang berguna untuk proletariat masa kini, yang dipaksa menuju penyebaran wilayah dari aktivitas produksi, dipaksa melaksanakan pekerjaan yang tak tercatat, pekerjaan yang menyebar, pekerjaaan tersier. Hanya patroli yang akan mampu untuk membuat sebuah agregasi dari kekuatan-kekuatan ini yang tidak tergabung dalam pabrik besar dari kapital dan maka dari itu memperbolehkan pematangan perjuangan kelas dalam hal disesuaikan pada mobilitas dari tenaga kerja baru. Fungsi dari patroli adalah perwakilan ekonomi-politik dari proletar produktif yang terlibat dalam pekerjaan yang tidak tercatat, dengan tujuan mengembangkan kondisi kerja dan kehidupan.

Hakim: Kami mempercayai bahwa apa yang ada artikan sebagai “pematangan perjuangan kelas” dilaksanakan oleh patroli-patroli melalui penggunaan cara dengan kekerasan dan ilegal.

Negri: Pada kebanyakan kasus dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh para patroli tidak dilaksanakan melalui cara-cara kekerasan dan ilegal, melainkan melalui tekanan politik dan negosiasi. Kasus-kasus di mana ada kekerasan, saya percaya, menjadi suatu jenis yang sangat dikenal dalam sejarah dari perjuangan kelas ketika sektor-sektor dari kekuatan buruh yang tidak terorganisir meminta untuk pengakuan atas serikat. Seseorang seharusnya tidak lupa bahwa sejarah organisasi serikat di pabrik-pabrik besar telah melibatkan kekerasan — kekerasan, utamanya, sebagai reaksi terhadap kekuatan represif dari kapital.

Hakim: Sekarang saya memperlihatkan kepada anda sejajaran dokumen lain yang telah anda simpan. Ada tulisan mengenai kolom, kader militer-politik, seksi logistik dan kerja massa. Khususnya adalah tugas dari struktur militer, termasuk “tindakan melawan musuh, tindakan pertahanan, pelatihan, pengambilalihan.” Akhirnya, persenjataan, pendanaan, dan perilaku klandestin. Apa yang ingin anda katakan perihal ini?

Negri: Itu bukan materi saya. Itu adalah dokumen di mana saya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan jenis garis politik yang saya ikuti. Catatan dengan tulisan tangan di pinggiran kertas bukan tulisan tangan saya. Dokumen tersebut disebarkan di Milan di dalam Gerakan sebagai proposal untuk diskusi yang diikuti oleh masyarakat yang saya kira tergabung dalam Prima Linea.

Hakim: Siapakah orang-orang tersebut?

Negri: Saya tidak bisa menyebutkan nama mereka kepada anda. Mereka adalah orang-orang yang berkumpul di bawah koordinasi “Autonomia”. Model organisasi dari dokumen-dokumen ini, namun, kurang lebih teroristik. Perdebatan dalam isu ini terjadi pada tahun 1976, gagasan-gagasan semacam ini menemui oposisi dalam Gerakan.

Hakim: Tapi mengapa anda menyimpan beberapa salinan dari teks yang sama?

Negri: Mungkin dokumen-dokumen ini diberikan kepada saya bertujuan untuk mendapat perhatian dan dukungan dari saya. Saya ingin memperjelas bahwa justru banyaknya informasi yang tersedia bagi saya yang memungkinkan saya untuk menantang posisi seperti itu secara lebih efektif.

Hakim: Tapi seharusnya anda mampu untuk mengingat siapa orang-orang ini yang memberi anda dokumen ini dan meminta dukungan anda.

Negri: Saya ulangi lagi, saya tidak bisa menjawabnya. Teroris tidak pernah memperkenalkan dirinya! Materi ini disebarkan ketika pertemuan publik dan biasanya tidak melalui tangan pertama.

Jaksa Penuntut Umum: Jika anda berbicara dalam nada yang keras, anda mengingatkan saya kepada suara di telepon untuk Pak Moro!

Negri: Anda tidak punya hak untuk membuat tuduhan semacam itu! Anda harus membuktikan perkataan anda terlebih dahulu. Anda menghina saya!

Pengacara: Saya meminta bahwa insiden ini dicatat!

Hakim: Sepakat. Mari kita catat seluruhnya. Tapi mari kita lebih tenang.

Negri: Singkatnya, mustahil bagi saya untuk mengidentifikasi mereka yang membawa dokumen ini.

Hakim: Elementary Norms of Behavior (Norma Umum mengenai Perilaku) adalah judul dari dokumen ketik lainnya dari berkas anda. Konsep-konsep yang disampaikan di sini sama dengan yang ada di halaman ketik lainnya yang berjudul Norms of Security and Work Style for the Irregular Forces (Norma dari Keamanan dan Gaya Bekerja untuk Kekuatan Ireguler) oleh B.R. yang ditemukan di apartemen dari Via Gradoli. Dengan dokumen-dokumen ini kita telah menemukan bukti berkaitan dengan keberadaan badan ilegal, klandestin, dan militer dalam Gerakan yang mana anda, Profesor Negri, bukanlah orang yang asing.

Negri: Pastinya saya tidak menulis dokumen tersebut. Ia merupakan bagian dari materi dokumen yang telah saya kumpulkan. Penting untuk diingat bahwa proses pembangunan dan identifikasi politik dari Autonomia di Milan yang telah dikembangkan pada tahun-tahun terakhir butuh untuk mengatasi jalan buntu ala militeris di dalam Gerakan. Seharusnya jelas bahwa Autonomia yang terorganisir dari Milan berjuang melawan jalan buntu ini.

Hakim: Ada catatan tulisan tangan dalam leaflet yang saya punya di sini berkaitan dengan permasalahan Serikat.

Negri: Mereka adalah bahan untuk sebuah diskusi mengenai organisasi dari perjuangan melawan pekerjaan di hari Sabtu.

Hakim: Apa makna ungkapan “I” (Aku) dalam leaflet tersebut?

Negri: Mungkin hal itu bermakna bahwa entah bagaimana saya melakukan sesuatu, atau bahwa saya ingin melakukannya.

Hakim: Apakah pamflet ini, Worker’s Power for Communism (Kekuatan Pekerja untuk Komunisme) milik anda? Jika hal itu adalah hasil dari kerja kolektif, apakah anda berpartisipasi di dalamnya?

Negri: Itu bukanlah pamflet saya dan saya tidak ikut campur tangan dalam pembuatannya. Saya tidak pernah menjadi bagian dari Komite Komunis Revolusioner yang dijadikan penulis yang ditulis pada halaman pertama.

Hakim: Siapakah orang yang mendukung, seperti yang anda katakan sebelumnya, “garis arahan dari B.R” dan inisiatif-inisiatif B.R sebagai sebuah momen penyatuan bagi Gerakan? Dan siapa yang membentuk “kelompok-kelompok kecil” yang mendukung “klandestin” dan “garis teroris”?

Negri: Susah, pastinya mustahil untuk dijawab.

Hakim: Anda terus menerus berbicara mengenai penolakan akan perjuangan bersenjata. Kita telah mendapatkan transkrip dari pernyataan anda selama konferensi organisasi ketiga dari P.O pada September 1971. Anda menyampaikan pada saat itu bahwa “pengerukan” di satu sisi dan “militerisasi” di sisi lainnya sangatlah berkaitan, dan bahwa perkembangan dari “benturan” dan “organisasi” harus berjalan beriringan.

Negri: Posisi itu (pernah disampaikan tanpa persiapan dan dalam sebuah konferensi yang membingungkan dan sangat rumit) ialah konsisten dengan posisi yang selanjutnya saya dukung. Jelas sudah bahwa sudut pandang dari perjuangan bersenjata, seperti yang disampaikan di sini, merujuk kepada sudut pandang yang diartikan dalam Marxisme klasik dan tidak berhubungan sama sekali dengan program tertentu dari militerisasi dari Gerakan.

Pengacara: Pertanyaan-pertanyaan ini tidak berhubungan. Terdakwa dipaksa dalam tiap poin untuk menyediakan jawaban yang tidak nyata pada bagian yang faktual, melainkan untuk melakukan analisis berkaitan dengan premis-premis filosofis, sebuah kosakata spesialis, dan hubungan antara permasalahan historis dan politik. Kelihatannya bagi kita bahwa anda berusaha mencari bukti dari jawaban-jawabannya. Kita, maka, meminta bahwa terdakwa ditanya langsung mengenai yang berkaitan dengan dakwaan terhadapnya. Khususnya dua laporan dari polisi rahasia dan saksi-saksi yang akan bersaksi.

Hakim: Saya sepakat. Mari kita undang terdakwa untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah berkaitan dengan mengikuti unsur pembuktian terhadap dirinya, sumber-sumber yang tidak bisa ditunjukkan tanpa merugikan penyelidikan kejaksaan.

  1. Pernyataan yang bagi Negri menolong untuk mengembangkan, di satu sisi, tindakan militer dari B.R dan di sisi lain, aksi massa dari Autonomia, satu-satunya yang dikoordinasikan dengan lainnya melalui struktur sentral (sentral dan pinggiran). Hubungan antara garda depan persenjataan dan basis dari Gerakan harus dipastikan dengan sentralisasi kaku (yang disebut dengan “sentralisme pekerja”) dari inisiatif dari massa dan garda depan.
  2. Pernyataan yang menurutnya, dalam pertemuan para anggota organisasi, Negri menganjurkan perlunya meningkatkan tingkat konfrontasi (sabotase bangunan industri, memukuli mandor pabrik, perampasan oleh proletar, dan penculikan dan penyitaan yang merujuk kepada pemimpin serikat, hakim-hakim, dan manajer pabrik), dengan tujuan menaklukkan kekuasaan.
  3. Pernyataan yang menunjukkan bahwa Negri menunjuk bahwa B.R. dan P.O. adalah struktur yang berkaitan, dan menurut pernyataan tersebut bahwa ia terlibat dalam perencanaan B.R.
  4. Pemberitahuan yang diberikan oleh anggota B.R kepada seseorang yang selanjutnya melaporkan kepada pihak berwajib di kejaksaan mengenai hubungan langsung antara B.R dan P.O.
  5. Pernyataan yang mana anggota militan P.O. di Padua memiliki senjata dan bahan peledak yang tersedia dan sedang melatih diri mereka dalam teknik militer. Pernyataan yang menyatakan bahwa Negri mengajarkan “teknik” membangun bom Molotov.

Negri: Saya sepenuhnya terkejut dengan unsur pembuktian yang dinyatakan di sini. Mereka tidak hanya tuduhan yang tidak benar, tapi benar-benar tidak mungkin dan tidak sesuai dengan semua yang telah saya katakan dan lakukan selama saya tergabung dalam P.O dan selanjutnya Autonomia. Oposisi antara P.O dan B.R sudah jelas dari dokumen dari dua kelompok itu sendiri. Hal itu tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa saya mengajarkan orang-orang untuk membuat bom Molotov, yang mana, omong-omong, saya tidak tahu bagaimana cara membuatnya. Saya tidak pernah menyampaikan dukungan untuk membuat hubungan antara aksi militer B.R dan aksi massa dari Otonomi yang terorganisir. Tuduhan itu murni palsu—mereka hanyalah fantasi.

Hakim: Pada titik ini kita mempertanyakan seluruh tulisan-tulisan anda, mendakwa bahwa anda menyajikan program yang mengarah kepada perjuangan bersenjata dan pembentukan kediktatoran proletariat.

Negri: Saya menolak legitimasi dari pertanyaan-pertanyaan anda dan dari laporan-laporan yang digunakan untuk membenarkan penangkapan saya. Tidak ada dalam buku saya yang memiliki hubungan organisasional secara langsung. Kewajiban saya sepenuhnya adalah sebagai intelektual yang menulis dan menjual buku!

Hakim: Jika anda selalu mengungkapkan penolakan terhadap perjuangan bersenjata, lalu beritahu kami bagaimana anda membenarkan frasa yang termuat dalam pamflet ini: “perjuangan heroik dari kawan-kawan B.R dan Armed Proletariat Nuclei (NAP) adalah gunung es dari Gerakan.” Saya ingin anda memperhatikan bahwa dokumen, diambil dari berkas anda, ada catatan dan koreksi, beberapa yang kemungkinan besar adalah milik anda.

Negri: Iya, dokumen tersebut tampaknya milik saya; setidaknya catatan di pinggiran itu adalah buatan saya. Tapi dokumen itu berisi ungkapan Marxisme klasik. Untuk “demokrasi” seseorang harus memahami kediktatoran borjuasi dan untuk “kediktatoran proletariat”, bentuk tertinggi dari kebebasan dan demokrasi. Dan untuk kalimat yang dipertanyakan, memang perlu untuk mengakui sebagai fakta munculnya B.R. dan NAP sebagai ujung dari gunung es pergerakan. Ini tidak mengharuskan seseorang dengan cara apapun mengubah pengakuan menjadi pembelaan, dan ini sama sekali tidak menyangkal kesalahan besar dari garis B.R.

Saya telah mengungkapkan dengan cara yang penuh empati penolakan saya terhadap inisiatif B.R—sebuah posisi yang saya percayai bertepatan dengan sejumlah banyak mayoritas kawan-kawan Autonomia. Maka dari itu, jangan ada kebingungan. Pada waktu yang bersamaan bukan berarti kawan-kawan B.R tidak perlu dihormati. Karena perlu memiliki rasa hormat terhadap semua orang yang mencari tujuan proletar komunis, bahkan ketika seseorang sangat mengkritik strategi “pembunuhan”, yang berlawanan dengan seluruh premis dari Marxisme. Marx sendiri mengangkat topinya untuk Felice Orsini. Namun saya mengatakan sekali lagi bahwa terorisme hanya bisa dilawan melalui sebuah perjuangan politik massa yang otentik dan dalam gerakan revolusioner.*


Catatan

Diterjemahkan dalam Bahasa Inggris oleh III WW & Phil Mattera dalam situs Libcom.org.

Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Reza Maulana Hikam.

Foto dalam artikel ini dari Libcom.org.

By Kedai Resensi Surabaya

Resensi singkat dan segala macamnya. Dikelola oleh dua orang mahasiswa pegiat literasi dan berbasis di Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.