Sihir dan Administrasi

Film Jan 18, 2017

J.K. Rowling terkenal karena karya-karyanya yang selalu memukau, terutama Harry Potter yang bersetting di Inggris.

Dalam karyanya, Fantastic Beast And Where To Find Them, yang difilmkan menggambarkan sisi yang berbeda daripada Harry Potter. Bertempat di Amerika, Film ini memberikan nuansa khas dari negara tersebut, yakni Administratif yang ketat. Sejak awal memijakkan kaki di negara tersebut, tokoh utamanya, Newt Scamander sudah diwajibkan memperlihatkan surat-surat dan tanda pengenal. Adapun ciri khas dari Kapitalisme di Amerika digambarkan saat salah seekor hewan peliharaan Net lepas dan memasuki Bank, bertepatan ada seorang Muggle ingin meminjam uang untuk membuat Bakery, yang dipertanyakan oleh petugas Bank hanyalah satu: “Apa jaminan untuk Bank?” dan ungkapan lanjutan memperkuat ideologi negaranya: “The Bank Must be Defended”. Ini tidak serta-merta hanya sebuah keniscayaan, tapi ini memang menggambarkan keadaan Amerika yang sebenarnya. Latar ceritanya mendukung kisahnya, dizaman ini juga mulai berkembang ilmu yang kita sebut dengan Administrasi Publik.

Selain itu, adanya Magical Council of the United States of America disingkat MACUSA menjadi lukisan lain perbedaan film ini dengan Harry Potter. MACUSA adalah gambaran dari rigiditas hukum dan administrasi di Amerika.Untuk memegang Tongkat Sihir pun di Amerika harus memiliki Surat Kepemilikan Tongkat Sihir yang dikeluarkan oleh MACUSA. Kepemilikan hewan sihir juga dilarang dalam undang-undang yang dibuat MACUSA, dan adanya mata-mata maupun polisi rahasia MACUSA semakin memperkuat penggambaran Amerika Serikat dalam Film Fantastic Beast and Where to Find Them. Perilaku individualistik dan adanya kelompok pendemo anti-sihir menggambarkan Amerika secara sosiologis maupun antropologis. Diperkuat dengan perilaku MACUSA yang tidak fleksibel semakin mempersulit penyelesaian masalah. Sejatinya MACUSA hampir sama dengan FBI tapi didunia sihir. (rez)

Reza Maulana Hikam

Undergraduate student of Public Administration in Airlangga University. Founder of this book review website, Kedai Resensi Surabaya. Free writer in Geo Times.