Secuplik Peperangan Gagasan Ekonomi

Ekonomi Sep 30, 2017

Abad keduapuluhsatu ini adalah era neoliberal dimana kebanyakan ekonom menjadi pengikutnya.


Robert Chernomas & Ian Hudson - The profit doctrine

Judul Buku: The Profit Doctrine

Penulis: Robert Chernomas & Ian Hudson

Penerbit: Pluto Press

Tebal Buku: 225 halaman

Tahun Terbit: 2017

Ekonomi adalah pelajaran dasar bagi umat manusia. Tujuan utamanya adalah pemenuhan hajat hidup sehari-hari. Namun disisi lain, ekonomi juga mengajarkan manusia untuk menjadi serakah dan memberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Ekonomi secara langsung selalu bersentuhan dengan kehidupan manusia, pastinya kegiatan jual-beli terjadi dalam suatu komunitas yang dihuni oleh orang banyak. Uang telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga sangat jarang kita menemukan cara barter barang, bahkan dipedesaan sekalipun. Uang telah menandakan kesejahteraan seseorang. Namun dalam sebuah negara, ialah kebijakan yang menentukan standar kesejahteraan banyak orang. Kebijakan pun ada kebijakan ekonomi, terkadang pada proses pembuatan kebijakan ini yang rentan dimasuki kepentingan para kapitalis.

Sejak akhir tahun 1970an, ekonom berpengaruh telah membenarkan kebijakan yang membuat dunia ini semakin buruk dan terjatuh pada krisis ekonomi. Salah satu ekonom yang menjadi contoh disini adalah Gregory Mankiw yang menjadi Kepala Lembaga Penasehat Ekonomi untuk Presiden Bush selama 2003 sampai 2005. Ia adalah profesor dari Harvard yang ditolak oleh muridnya sendiri karena dianggap memandang ekonomi terlalu sempit melalui bukunya “Principles of Economics”. Mankiw memandang bahwa efisiensi dari pasar mencerminkan gaya yang dominan dalam ekonomi ditahun 1970an.

Keynes juga mengatakan bahwa gagasan mengenai ekonomi adalah yang terpenting untuk keberlangsungan umat manusia. Ia menganggap ekonomi adalah gagasan yang merambah secara bertahap untuk menentukan arah kebijakan. Keynes juga mengatakan bahwa gagasan yang salah dan buruh dapat mendominasi personal bahkan sekelompok orang yang dimana jika diterapkan, maka gagasan ini dapat membawa kerusakan. Profesi sebagai seorang ekonom mulai dikritik dari berbagai sudut saat krisis ekonomi ditahun 2008.

Marx, tidak seperti Keynes, menganggap bahwa gagasan ekonomi adalah mengenai kontestasi kekuasaan. Gagasan ekonomi beserta hasil kebijakan yang dibuatnya dapat membawa hasil yang berbeda jika diterapkan pada lingkungan masayarakat yang berbeda. Akan tetapi terkadang kebijakan ditentukan oleh kepentingan suatu golongan yang bilamana kebijakan tersebut diterapkan akan menguntungkan mereka, namun akan merugikan orang lain. Kelompok kepentingan seperti ini kerapkali abai akan dampak buruk kepada kelompok lain dan lebih mengutamakan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Lalu apakah yang diperlukan suatu kelompok dalam mengangkat suatu gagasan menjadi kebijakan? Pastinya adalah sumberdaya finansial, keuangan dan kelembagaan dan menghubungkan tiga sumberdaya ini untuk bergerak sesuai dengan kepentingan kelompok tersebut.

Abad keduapuluhsatu ini adalah era neoliberal dimana kebanyakan ekonom menjadi pengikutnya, adapun beberapa yang melawan neoliberalisme semacam Joseph Stiglitz dan Paul Krugman ialah orang-orang yang jarang ditemukan di era neoliberal. Mereka berdua menganggap bahwa pelajaran ekonomi tidaklah selalu sama. Terkadang harus ada pengimbang agar manusia tidak masuk ke ranah ketamakan. Namun saran-saran dari ekonom seperti mereka sangat jarang didengar bahkan jarang diterapkan karena tidak menguntungkan kelompok ekonomi. Gagasan ekonomi mereka memiliki kemungkinan untuk dijadikan kebijakan saat pengaruh bisnis dalam sebuah sistem politik bisa dikurangi secara drastis.

Penjelasan mengenai perkembangan gagasan dibidang ekonomi adalah penjelasan yang sangat kompleks, bukan seperti kemunculan teori baru lalu menghabisi teori yang sudah lama, tapi terkadang kemunculan teori baru dalam ekonomi adalah penggabungan dari beberapa teori sebelumnya. Adapun para ekonom neoliberal di sini mendukung keberadaan dari kelas pebisnis yang selalu koheren dengan keberadaan kelas penguasa dalam pemerintahan. Dalam buku ini, masih sangat banyak ekonom yang dijelaskan dengan satu tujuan: membredel pemikiran mereka, bahkan mengkritisi gagasan mereka sampai ke akar nya, dalam buku inilah kita bisa mempelajari segala macam teori ekonomi yang ditulis dalam perspektif kritis dan akademis. Inilah buku pegangan untuk mengkritik model pelajaran ekonomi di masa kini. (rez)

Reza Maulana Hikam

Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara di FISIP, Universitas Airlangga. Pegiat literasi yang mendirikan situs web resensi Kedai Resensi Surabaya dan Penulis Lepas Opini di Geotimes.