Pengantar Awal dan Singkat Untuk Ekonomi Marxian

Ekonomi Aug 26, 2017

Marx juga menjelaskan sirkulasi komoditas dan uang dipahami sebagai bentuk dari interaksi sosial yang paling dominan dalam ekonomi.


Michael Heinrich - An Introduction to the Three Volumes of Karl Marx's Capital

Judul Buku: An Introduction to the Three Volumes of Karl Marx’s Capital

Penulis: Michael Heinrich

Penerbit: Monthly Review Press

Tebal Buku: 240 halaman

Tahun Terbit: 2004

Marxisme telah menjadi salah satu ideologi intelektual paling laris dizaman sekarang, hampir semua analisa ilmu kritis tidak ada yang tidak menganut cara berfikir Karl Marx. Bahkan induk ilmu pengetahuan, Filsafat, terseret kepada marxisme. Banyak orang maupun golongan meng-klaim dia atau mereka adalah marxis, tapi apa sebenarnya pokok pikiran marx? Dia menuliskan puluhan buku dan apakah cukup kita membaca dan menjadi sebuah marxis dalam sehari? Seminggu? Sebulan? Atau bahkan setahun? Semua itu butuh proses dan pengantar, tidak serta merta kita bisa belajar marxisme dalam sekejap, maka dari itu Michael Heinrich dalam buku ini telah menuliskan sebuah pengantar untuk mereka yang ingin belajar Marxisme.

Diawal-awal buku Kapital, Marx seringkali berbicara mengenai komoditas dan uang (barang yang dibutuhkan manusia dan alat tukar-menukar). Bab-bab awal Kapital yang membahas dua hal tersebut sangatlah abstrak dan selalu dianggap menggambarkan masyarakat pra-kapitalis dengan aktivitas produksi komoditas mereka yang masih sederhana. Sebuah model produksi dimana masih didominasi oleh hubungan komoditas dan uang, dan masih belum memasuki pada era kapital. Istilah ini (masyarakat pra-kapitalis) menyaratkan bahwa komoditas ditukar sesuai dengan nilainya (hasil dari tenaga kerja) dan produsen mengetahui akan kuantitas pengeluaran tenaga kerjanya sendiri dan memberi mereka upah diluar keuntungannya.

Dalam sudut pandang sejarah: Tukar-menukar (barter) telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tapi alat tukar berupa uang koin baru digunakan pada abad 500 sebelum Masehi. Tapi hubungan tukar-menukar antara komoditas dan uang dalam masyarakat pra-kapitalis telah tertanam dalam urusan produksi tetapi tidak pernah menjadi fokus utama dari ekonomi. Hal ini hanyalah sebuah kasus akan menyebarnyak model produksi kapitalis.

Dalam sudut pandang teori: Marx memang bermaksud untuk menunjukkan ketetapan dalam pertukaran (jual-beli, perdagangan, yang difokuskan bukan pemilik usaha disini, tapi para pegawainya) meskipun nilai tidak hanya berhenti pada penilaian terhadap waktu kerja yang dikeluarkan, mereka yang berada dalam pertukaran tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan, hubungan sosial mereka dalam dunia kerja yang membuat mereka tidak mengetahui waktu yang telah mereka buang sebegitu lama di kantor mereka.

Marx juga menjelaskan mengenai “sirkulasi” atau perputaran, sirkulasi komoditas dan uang dipahami sebagai bentuk dari interaksi sosial yang paling dominan dalam ekonomi. Sirkulasi ini muncul pertama kali pada masyarakat borjuis, ekonomi mereka dengan segala maksud dan tujuannya hanya berisi kegiatan jual-beli.

Dalam sekilas, ekonomi hanya berisi tiga lapisan: lapisan produksi dimana barang diproduksi dan jasa diberikan (produksi komoditas) yang kualitas barang dan jasanya sesuai dengan kapasitas produsen, lapisan sirkulasi yakni lapisan tempat bertukarnya barang dan jasa yang tidak secara langsung ditukar dengan uang, lapisan konsumsi ialah lapisan dimana konsumsi barang dan jasa tersebut dilaksanakan demi keberlangsungan hidup individu atau kolektif (makanan, baju, kebutuhan domestik, dll) atau sebagai alat produksi (bahan mentah yang dibeli) untuk memproduks barang lain dalam sebuah proses produksi.

Dalam proses pelaksanaan tiga lapisan ini, muncul dua persepsi bahwa lapisan konsumsi hanya berhubungan dengan kebutuhan konsumen dan lapisan produksi hanya masalah mengenai “kemungkinan teknologi” atau teknologi dan kemampuan yang dimiliki produsen, sedangkan aktivitas asli dari ekonomi adalah lapisan sirkulasi. Lapisan sirkulasi hanya berfokus kepada penjualan dan pembelian, dengan transaksi, sehingga satu individu bisa bertemu dengan individu lainnya sebagai partner dalam berusaha/berdagang, sebagai penjual dan pembeli, Pasar sebagai entitas netral membantu akan keberadaan sirkulasi barang dan jasa, sebuah lembaga yang efisien non-birokratik yang menyediakan informasi mengenai apa yang dibutuhkan, dimana dan berapa banyak. Sirkulasi tanpa market ialah tidak mungkin.

Buku ini membahas ekonomi marxian dengan sangat detail namun bahasa yang digunakan tidak terlalu bersahabat, padahal buku ini diperuntukkan sebagai pembuka atau pengantar bagi mereka yang akan belajar mengenai ekonomi marxian. Akan tetapi buku ini memiliki kelebihan yakni hanya berisi intisari dari pemikiran ekonomi Karl Marx dalam Das Kapital. Dibanding buku David Harvey yang berjudul “A Companian to Marx’s Capital”, buku ini adalah level lanjut dengan pembahasan yang lebih rumit tapi langsung kepada topik utama Kapital. (rez)

Reza Maulana Hikam

Undergraduate student of Public Administration in Airlangga University. Founder of this book review website, Kedai Resensi Surabaya. Free writer in Geo Times.