Categories
Filsafat

Makna Mendalam Informasi dari Cesar Hidalgo

Informasi sendiri terbentuk dari sebuah jaringan interaksi sosial antar-manusia yang nantinya akan membentuk dan menjadi kumpulan informasi.

Judul Buku: Why Information Grows

Penulis: Cesar Hidalgo

Penerbit: Penguin

Tebal Buku: xxi+232 halaman

Tahun Terbit: 2015

Kita hidup di era informasi, bukan? Semua hal yang ingin kita ketahui ada dalam genggaman tangan kita. Kita mengenal apa yang disebut dengan internet dan juga search engine, dari sanalah segala macam informasi bisa kita dapatkan. Ada kasus pembunuhan Charlie Hebdo, hanya berselang beberapa menit, muncul berita mengenai pembunuhan tersebut, ada kasus korupsi, tidak berapa lama kita sudah mengetahui siapa saja yang terjerat kasus itu. Hampir semua orang tidak dapat lari dari kejaran perkembangan informasi, salah satunya adalah berita. Berita sendiri sudah tidak hanya dalam bentuk cetak atau di televisi, namun berita online sudah mulai menjamur, baik yang mainstream maupun yang non-mainstream. Cesar Hidalgo sebagai salah satu profesor muda di MIT berusaha menguak perkembangan informasi ini dengan cemerlang, ia lah pelopor teori Big Data yang terlah digunakan di berbagai belahan dunia, dan buku ini adalah rangkuman dari pemikirannya.

Buku ini berisi beberapa tulisannya yang terlihat acak, namun tidak. Hidalgo menjelaskan di awal bab, bahwa hampir seluruh bagian hidup kita terhubung antara satu dengan yang lain. Bagi dia, sebuah obyek adalah gambaran dari informasi, coba saja, para pembaca pasti pernah disuruh menjelaskan mengenai pribadi masing-masing, entah dalam sebuah pembicaraan basa-basi sampai kepada wawancara kerja. Begitupula dalam mengisi formulir pendaftaran di suatu organisasi, seseorang diharuskan memberikan informasi yang jelas mengenai pribadinya. Jangan lupa juga, setiap kali kita mendaftar untuk surat elektronik, ada form biodata yang harus diisi berupa informasi kita. Karena itu, informasi adalah aspek terpenting dari alam semesta kita. Dari mana lagi kita tahu bahwa bumi kita bulat kalau bukan karena informasi yang kita dapatkan melalui berbagai sumber.

Usaha-usaha mereplikasi DNA pun sama. Dalam melakukan hal tersebut, yang direplikasi bukanlah bendanya, namun informasi yang nanti digunakan untuk melakukan replikasi. Tanpa informasi, segala macam cara untuk melakukan hal tersebut akan sirna. Manusia sendiri memiliki kelebihan dari mahluk hidup lainnya, semua berkat kemampuan kita dalam berinteraksi yang lebih dan implikasinya pada pemberian dan penerimaan informasi yang lebih juga. Kelebihan manusia sendiri adalah dapat membuat sebuah benda yang berasal dari imajinasi–yang merupakan salah satu sumber informasi. Informasi sendiri terbentuk dari sebuah jaringan interaksi sosial antar-manusia yang nantinya akan membentuk dan menjadi kumpulan informasi. Kumpulan informasi inilah yang membentuk sebuah ilmu pengetahuan (knowledge) yang dapat dikembangkan oleh manusia. Ilmu pengetahuan ini mampu berkembang melebihi kapasitas satu manusia, karena tadi, terkumpul dari jaringan informasi yang sangat luas.

Pengetahuan melibatkan hubungan atau jaringan antar entitas. Hubungan atau jaringan ini digunakan untuk memprediksi apa yang akan datang. Contoh yang diberikan Hidalgo adalah kemampuan manusia dalam memahami bahwasanya rokok akan menimbulkan kanker paru-paru, maka ilmu pengetahuan akan digunakan baik untuk mencegah atau mengobati saat hal tersebut terjadi. Adapun Hidalgo menjelaskan mengenai keterampilan (knowhow). Keterampilan ini berhubungan dengan sesuatu yang bersifat kinerja, contoh yang diambil beliau adalah sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan, yakni berjalan. Baginya, jalan merupakan keterampilan/kemampuan dalam melakukan sesuatu dengan kaki. Keterampilan ini merupakan sesuatu yang secara tidak sadar kita miliki yang digunakan untuk melakukan kehidupan kita sehari-hari. Banyak hal yang kita lakukan secara tidak sadar sejatinya adalah sebuah keterampilan yang sudah biasa kita lakukan sehingga kita tidak sadar mengenai hal tersebut. Knowhow ini bersifat mekanistik sedangkan knowledge terkadang bersifat abstrak dan filosofis.

Informasi sendiri biasanya digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang bersifat fisik agar kita dapat memahaminya dengan lebih mudah. Informasi, menurut Hidalgo, dibedakan menjadi dua: informasi sebagai sesuatu atau informasi mengenai sesuatu. Yang kedua adalah bagaimana kita menjelaskan benda fisik. Informasi sendiri perlu untuk dibentuk dalam sebuah benda. Perkembangan informasi sendiri sejalan dengan semakin berkembangnya dunia fisik kita. Ia menjelaskan hal ini melalui kisahnya yang sedang membaca sebuah surat kabar Chile dimana ada Bugatti termahal dengan harga berkisar 2,5 juta dollar, lalu ia membandingkan dengan berapa harga tersebut jika dihubungkan dengan harga perak, Ia mengajak kita untuk berimajinasi ketika kita memiliki Bugatti tersebut, dan saat menggunakannya ternyata hancur. Pastinya, kehancuran Bugatti tersebut membuatnya tidak lagi berharga, karena kehancuran Bugatti itu juga merupakan hancurnya informasi yang ada didalamnya. Harga 2,5 juta dollar adalah tiap benda mahal yang ada didalam Bugatti tersebut, tiap benda itu bisa ditata menjadi sebuah Bugatti karena adanya informasi yang membantu perusahaan terkait dalam membangun Bugattinya.

Nilai dari Bugatti ada dalam tiap atom yang membentuk mobil mahal tersebut secara fisik, itulah informasi. Ia mengutip Claude Shannon, dimana informasi merupakan ukuran minimum dari sebuah komunikasi yang dibutuhkan untuk menyampaikan pesan. Contoh lain yang ia gunakan dengan lebih sederhana adalah Twitter. Dalam menggunakan Twitter, hanya ada 140 kata yang bisa dituliskan, maka dari itu, terkadang informasi itu harus disampaikan secara singkat, padat dan jelas (kalimat efektif). Bedanya dengan Bugatti ialah: Bugatti digunakan sebagai alat transportasi, akan tetapi Twitter digunakan untuk media komunikasi antar manusia (jauh maupun dekat, tergantung pemakainya). Dalam menggunakan Twitter sendiri, kita secara sadar atau tidak telah memberikan berbagai informasi, entah itu benar atau tidak, tergantung bagaimana kita memaknai informasi tersebut.

Memang memusingkan saat nanti para pembaca yang baik hati memutuskan untuk membeli buku profesor MIT ini. Penggunaan tata bahasanya bisa dikatakan cukup berat karena ia berusaha menghubungkan antara teori informasi yang eksak dengan kehidupan manusia yang tak menentu. Akan tetapi usaha Hidalgo ini adalah untuk menjembatani antara dunia eksakta dengan sosial. Melalui bab-bab selanjutnya, ia akan menyelami hubungan informasi secara teknis dan mekanis dalam memaknai hidup yang kita jalani sekarang. Informasi berasal dari manusia sendiri, teknologi hanyalah penunjang dalam menyampaikan atau menerima informasi. Kenapa informasi berkembang? Karena manusia selalu ingin sesuatu yang baru, mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui. Informasi lah yang akan mengilustrasikan watak dari manusia. Maka dari itu, jika para pembaca penasaran dengan penjelasan lebih lanjut, silakan beli bukunya, karena resensi ini hanyalah rangkuman informasi dari buku yang sangat luas maknanya. Satu informasi lagi (entah penting atau tidak), buku ini dikategorikan “ekonomi”, bukan teknologi. (rez)

By Reza Maulana Hikam

Public Administration student at Airlangga University. Founder of this book review website, Kedai Resensi Surabaya. Free writer in Geo Times.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *