Categories
Serba-serbi

Karya Anda, Riwayatmu Kini

Toko buku Karya Anda berdiri semenjak 1970-an, namun kini tak mampu lagi bertahan di tengah dinamika perbukuan.

Oleh Reza Maulana Hikam dan Mujadid Salim

Jam tangan menunjukkan pukul 10.00, kami berdua masuk ke dalam sebuah toko buku tua yang terletak di Jln. Praban No. 55, Surabaya. Suasana dalam toko buku itu memang menarik buat kita berdua, karena memberikan sensasi yang vintage layaknya menjajaki tempat bersejarah. Toko buku tersebut bernama Karya Anda yang berdiri semenjak 1970-an menurut Bu Sarwo Asri, salah seorang pegawai yang bekerja di sana semenjak masih gadis. Karya Anda didirikan oleh Pak Umu Arman Muklis yang memang berfokus pada perbukuan dalam bentuk CV.

Sebelum berdomisili di Praban, Karya Anda berada di Jembatan Merah. Namun, berpindah kantor ke tempat yang sekarang sedang kami kunjungi, semenjak 1980an hingga sekarang. Tidak hanya toko buku, Pak Muklis dulunya juga memiliki penerbitan sekaligus percetakan dengan nama yang sama, akan tetapi sudah tutup semenjak 2010, di mana banyak berkembang toko buku online yang terus menjadi saingan dari Karya Anda. Kami hanya menemukan Toko Buku Karya Anda di Surabaya, namun menurut pengakuan Bu Sarwo, toko buku ini pernah membuka cabang di Jakarta ketika masih ramai-ramainya.

Adapun percetakan Karya Anda tidak terletak di Praban, melainkan mengontrak tempat di wilayah Perak, Surabaya. Sebenarnya, percetakan yang dimiliki oleh Pak Muklis ada tiga: Karya Anda, Usaha Nasional, dan Al-Ikhlas (yang berfokus mencetak buku-buku dengan tema Islam).Bu Sarwo juga menyampaikan bahwa ketika masih jaya-jayanya, Toko Buku Karya Anda mampu bersaing dengan Toko Buku Sari Agung di dekat Tunjungan Plaza, toko buku yang sekarang sudah tutup.

Selain Sari Agung, adapun Gramedia yang sekarang justru semakin berkembang dan memiliki penerbit. Gramedia adalah salah satu toko buku monopolistik yang pernah kami kenal. Akan tetapi persaingan tidak selalu ketat, kala itu. Menurut Bu Sarwo, baik Karya Anda, Gramedia ataupun Sari Agung saling melengkapi. Ketika tidak ada satu buku di Sari Agung, mereka akan mengambil di Karya Anda, begitu pula sebaliknya. Hal ini juga berlaku pada Gramedia yang mengambil, baik dari Karya Anda dan Sari Agung.

Saat masih tenar, Toko Buku Karya Anda bahkan juga menyuplai Blauran untuk buku-buku pelajaran dari penerbit seperti Yudhistira dan Erlangga. Nahas, menurunnya Karya Anda ketika para penerbit buku pelajaran tidak lagi menaruh bukunya di toko buku ini, melainkan langsung menyuplainya ke sekolah-sekolah kisaran tahun 2000an. Toko Buku Karya Anda memiliki berbagai macam koleksi, para pembaca akan menemukan buku terbitan lama dari penerbit alumni yang berfokus pada bidang hukum, LP3ES yang memiliki spesifikasi di bidang sosial, ekonomi dan politik. Adapun buku-buku eksakta, pendidikan, psikologi, dan yang masih banyak adalah buku bertema keIslaman.

Penerbit-penerbit tersebut langsung mengirimkan buku-bukunya ke Karya Anda. Pasokan buku-buku pun masih mengalir ke toko buku di jalan Praban ini, namun tidak se-masif saat masih jaya-jayanya. Karena masih banyak buku bertemakan keIslaman, menurut Bu Sarwo, banyak mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) yang kerap berkunjung ke Karya Anda. Bahkan para dosennya juga memesan beberapa eksemplar langsung ke toko buku ini. Kami berdua memang suka berkunjung dan berbelanja di Karya Anda karena koleksi buku-bukunya yang susah kita temui di toko buku modern seperti Togamas dan Gramedia. Selain itu, harga yang sangat terjangkau juga menjadi salah satu alasan toko buku ini pantas menjadi rujukan mahasiswa dalam membeli buku-buku perkuliahannya.

Setelah berbincang dengan Bu Sarwo, kami pun lanjut mencari referensi perkuliahan, alhasil, tulisan Sudargo Gautama, Bintoro Tjokroamidjojo, dan Sumitro Djojohadikusumo yang sudah tidak beredar luas berhasil kami sabet. Kami sangat menyarankan para pembaca untuk mengunjungi toko buku ini, karena koleksi-koleksinya yang menarik dan pastinya tidak perlu merogoh kocek yang banyak. Apabila mengunjungi Toko Buku Karya Anda, kami menyarankan para pembaca untuk menggunakan sepeda motor, agar bisa diparkir di Blauran V. Toko buku lawas ini tutup pada jam 16.00.

Update: Per 1 Desember 2019, toko buku ini tutup permanen.


P.S. Artikel ini sebelumnya tayang di situs web Klub Seri Buku.

Reza Maulana Hikam adalah koordinator divisi Humas di Klub Seri Buku dan mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara di FISIP, Universitas Airlangga

Mujadid Salim adalah anggota divisi Humas di Klub Seri Buku dan mahasiswa S1 Hukum Pemerintahan di FH, Universitas Airlangga

By Kedai Resensi Surabaya

Resensi singkat dan segala macamnya. Dikelola oleh dua orang mahasiswa pegiat literasi dan berbasis di Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.