Ilmu Politik dan Kekuasaan

Politik Jun 21, 2017

Masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, akan tetapi ada satu hal yang sama di berbagai jenis masyarakat ini, bahwasanya hanya ada dua jenis kelas, penguasa dan yang dikuasai.


Gaetano Mosca - The Ruling Class

Judul Buku: The Ruling Class

Penulis: Gaetano Mosca

Penerbit: McGraw-Hill

Tebal Buku: xli+514 halaman

Tahun Terbit: 1939

Ilmu Politik adalah sebuah ilmu yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari dan erat kaitannya dengan Sosiologi yang membahas tentang masyarakat. Banyak sekali pembahasan dari ilmu politik sehingga membuat koridor-koridor penting dalam pengembangannya. Mosca dalam bukunya ini memahami politik sebagai suatu fenomena sosial yang lahir bukan karena kehendak ilahi atau hal-hal supranatural, melainkan tendensi perilaku dan kondisi psikis dari manusia. Hal ini ditarik kembali pada zaman Aristoteles dan usahanya untuk menguak hukum yang mengatur tendensi-tendensi tersebut. Bisa dibilang, dari ilmu pengetahuan yang berbasis non-eksakta, ilmu politik dan ilmu sosial lah yang paling berhasil dalam metodologi, dan dari “saudara” ilmu politik, ekonomi politik lah yang paling berhasil menjadi sebuah “ilmu” sejati. Ada usaha dalam menerjemahkan agenda politik menggunakan pendekatan ekonomi dan juga distribusi kekayaan, tapi pandangan tersebut terlalu berat sebelah dan eksklusif, maka dari itu, untuk penjelasan mengenai tendensi yang mengatur sebuah organisasi mengenai kewenangan politik harus dijelaskan melalui Ilmu Politik.

Masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari yang paling terbelakang dan baru mengenal peradaban, hingga yang paling maju dan modern, akan tetapi ada satu hal yang sama di berbagai jenis masyarakat ini, bahwasanya hanya ada dua jenis kelas, penguasa dan yang dikuasai. Adanya konsep primus interpares hingga kapitalis memperkuat tesis Mosca ini. Kelas pertama cenderung berjumlah sedikit, pelaksana fungsi politik, melakukan monopoli dan menikmati kekuasaan yang mereka miliki, sedangkan kelas yang kedua jumlahnya lebih banyak, dikepalai dan dikontrol oleh kelas yang pertama dan memasok sumberdaya untuk kelas yang sebelumnya. Manajemen dari urusan publik diatur oleh minoritas yang kita sebut sebagai kelas penguasa, yang secara sadar maupun tidak sadar telah ditangguhkan kepada mereka oleh mayoritas penduduk.

Melalui sudut pandang keilmuan, konsep kelas penguasa bersandar pada fakta yakni tingkatan peradaban dan perbedaan masyarakatnya. Mosca mencontohkan Rusia dan Tuki yang pada saat itu masih monarki absolut, penguasanya mendapatkan kekuasaan melalui garis keturunan dan sifatnya tak terbatas, Inggris dan Italia adalah monarki konstitusional, dimana raja atau ratunya dibatasi kekuasaannya, lalu Perancis dan Amerika Serikat digolongkan sebagai Republik yang pemimpinnya dipilih. Meskipun bentuknya sama, tetapi ada aspek berbeda, seperti Amerika Serikat dan Perancis yang sama-sama Republik, tetapi berbeda dalam bentuk organisasi politiknya (birokrasi). Pembagian diatas adalah gagasan dari Montesqieu yang dicetuskan untuk menggantikan ide Aristoteles mengenai pemerintahan yakni monarki, aristokrasi dan demokrasi. Mosca juga mengkritik bahwa demokrasi sejatinya adalah aristokrasi dengan cakupan yang lebih luas. Aristoteles sendiri, ketika mengamati Pemerintahan di Yunani selalu menemukan satu atau lebih orang yang memiliki pengaruh lebih.

Didalam masyarakat, kelas penguasa memiliki kekuasaannya tidak bisa dibuktikan secara de facto, melainkan dengan mencari dasar yang legal untuk menjelaskan kekuasaan yang mereka miliki. Seperti dalam masyarakat keagamaan, maka kelas penguasa akan dipegang oleh mereka yang berkuasa karena ditunjuk oleh Tuhan sebagai pembuktian atas kekuasaannya, untuk di negeri Cina, yang menjadi kelas penguasa adalah mereka yang ditunjuk oleh “Kaisar Langit” dengan dasar Konghucu, Romawi dipimpin oleh seorang kaisar yang sudah diberi mandat oleh masyarakat Roma untuk mengelola negara-negara persemakmuran Romawi dan kekuasaan yang dimiliki para pegawai pemerintah didapat melalui pemilihan. Bermacam-macamnya justifikasi terhadap kekuasaan yang dimiliki oleh kelas penguasa membuat perilaku mereka pun berbeda-beda. Tetapi yang pasti adalah dalam masyarakat yang sudah mengenal peradaban, pasti akan ada kelas-kelas didalamnya, elit-massa, penguasa dan yang dikuasai. (rez)

Reza Maulana Hikam

Undergraduate student of Public Administration in Airlangga University. Founder of this book review website, Kedai Resensi Surabaya. Free writer in Geo Times.