Dari Negri untuk Marx dan Foucault

Filsafat Feb 25, 2017

Marx tidak pernah bisa dilupakan karena keberhasilannya menemukan letak “kritik” dalam sejarah yang selalu dibangun dalam bentuk pertarungan kelas.

Antonio Negri - Marx and Foucault

Judul Buku: Marx And Foucault

Penulis: Antonio Negri

Penerbit: Polity

Tebal Buku: vi+206 halaman

Tahun Terbit: 2017

Siapa tak kenal teoritisi garda depan dibidang Marxisme, Antonio Negri? Ia adalah Profesor Ilmu Politik di Universitas Padua, Italia. Dia pernah dituduh menjadi dalang dalam pembunuhan Perdana Menteri Italia Aldo Moro yang dilakukan oleh Brigatte Rosse. Pemikirannya biasanya berkutat pada Spinoza dan Marx seperti karyanya sebelumnya: Multitudes, Empire, Spinoza of Our Times dan banyak lagi, namun kali ini ia menyuguhkan sesuatu yang berbeda, Ia membahas mengenai Foucault juga. Dalam buku terbarunya ini, beliau membahas tentang kemutakhiran pemikiran dua orang tadi dan akan dibahas secara singkat dalam resensi ini.

Diawali dengan pertanyaan “Kenapa Marx?”. Menarik untuk dikupas bahwa Marx selalu diagung-agungkan di abad 21 ini sebagai bapak ekonomi kerakyatan. Tapi pada realitanya banyak negara yang bisa dibilang gagal dalam menerapkan seutuhnya pemikiran Marx. Namun Marx sangat digandrungi karena teorinya mengenai pertarungan kelas, tentang si kaya dan si miskin, para pemilik modal dan kaum buruh-tani. Marx punya tiga alasan akan teorinya mengenai si kaya dan si miskin. Pertama, Materialisme Marx memungkinkan kita untuk mengungkap sifat buruk dari kapitalisme yang dibalut dengan gagasan progresif dan konsensus tentang perkembangan kapitalisme dunia yang menggambarkan bahwa kapitalisme adalah jalan satu-satunya menuju kemakmuran. Selanjutnya, kenapa Marx tidak pernah bisa dilupakan adalah keberhasilannya menemukan letak “kritik” dalam sejarah yang selalu dibangun dalam bentuk pertarungan kelas. Dan dari sini kritik telah menjadi sudut pandang orang yang tertindas dimana juga membantu kita untuk memahami alur dari kapitalisme yang nantinya akan berujung pada pemahaman terhadap krisis yang dialami kaum kapitalis dan pada akhirnya akan ada pengorganisasian “kaum yang tertindas” untuk melakukan Revolusi. Alasan terakhir adalah teori Marx dapat diuraikan dalam begitu banyak bidang sehingga memperlihatkan kebobrokan sistem kapitalisme dari segala sisi dan diwaktu yang sama membantu mempersiapkan gerakan pembebasan dari kolonialisme dan imperialisme. Dari tiga alasan diatas lah kenapa kita tidak bisa melupakan Marx sebagai pemikir dan pembaharu untuk abad 21.

Lain bab lain tokoh. Jika diawal Negri membahas Marx melalui sudut pandang teorinya, maka tulisannya mengenai Foucault dimulai dengan cerita pengalamannya. Dia pertama kali bersinggungan dengan pemikiran Foucault pada tahun 1978 saat menulis dalam sebuah jurnal . Tulisannya berjudul ‘On Method of Political Critique’. Pada masa ini juga ia sedang mempelajari karya Marx yang berjudul Grundrisse, dan setelah itu dia membawakan perkuliahan di Ecole Normale Superiure di Perancis mengenai Marx dan setelah Marx yang membicarakan tentang pemikir-pemikir Marxis zaman itu.

Negri mulai tertarik dengan Foucault dikarenakan Partai Komunis Italia pada saat itu akan melakukan kerjasama dengan dengan masyarakat dan parlemen bersama kelompok ‘kanan’. Guna kerjasama ini bisa berhasil maka harus ada kompromi dari dua belah pihak. Untuk mencapai kompromi tersebut maka ditariklah teori Foucault dalam bukunya History of Madness (Foucault: 1963) dan Birth of Clinic (Foucault: 1976). Dari dua buku tersebut, Negri menggaris-bawahi bahwa untuk berkompromi harus ada hubungan antara antropologi sebagai ilmu tentang manusia  yang bersifat abstrak dengan ontologi sebagai cabang bidang studi filsafat yang menbahas keberadaan sesuatu yang konkret. Yang dimaksud Negri adalah bagaimana melaksanakan kompromi dalam bentuk diplomasi atau negosiasi menggunakan teorinya yang abstrak.

Buku ini ditulis dalam tiga bagian yang berisi enambelas bab. Pada pada bab kesebelas berisi dialognya dengan Luca Salza dan pada bab kelimabelas, Negri menulisnya bersama Judith Revel. Namun dari enambelas bab yang ada, saya ambil bab pertama untuk penjelasan mengenai Marx karena berisi penjelasan yang tidak begitu rumit dan bab ketigabelas untuk penjelasan mengenai Foucault karena berisi premis-premis Negri mengenai Foucault dan kegunaan teori Foucault dalam dunia pergerakan. Karyanya yang satu ini bisa dibilang cukup kompleks tapi sangat menarik untuk dibaca karena berisi pembaharuan mengenai Marxisme. (rez)

Reza Maulana Hikam

Undergraduate student of Public Administration in Airlangga University. Founder of this book review website, Kedai Resensi Surabaya. Free writer in Geo Times.