Bukan Roman, Hanya Sehobi

Misc Jan 18, 2017

Terkadang manusia berubah karena manusia lainnya.

Seorang Pelajar Laki di suatu tempat sedang mengalami cerita yang unik. Sebuah cerita yang diawali dengan perkenalan dengan pelajar perempuan yang secara busana maupun pikiran sangat berlawanan dengan si pelajar laki, yang laki berapi-api, si perempuan tenang dan kalem, si lelaki suka pada hal-hal revolusioner, sang perempuan tertarik pada Agama Islam. Berawal dari beberapa pembicaraan yang tidak berhubungan satu sama lain tapi tidak terputus sama sekali. Yang membuat pembicaraan mereka berbeda adalah bahasanya, tidak biasa si pelajar laki berbicara dengan seseorang dalam bahasa inggris, bahasa yang bukan bahasa ibunya. Hanya orang tertentu saja yang ia ajak berbicara bahasa inggris, dan pastinya bukan orang sembarangan.

Yang mengejutkan si pelajar lelaki adalah grammatika maupun pronounciation dari si pelajar perempuan jauh lebih bagus. Itu lah yang membuat pandangan si pelajar laki ini berbeda terhadap perempuan yang satu ini dibanding perempuan lainnya. Pada awalnya ia memandang negatif si Perempuan, tetapi setelah tahu buku-buku bacaan si pelajar perempuan, berubah 180 derajat pandangan si lelaki terhadap perempuan tersebut. Bukan sebuah kebetulan dua orang ini memiliki hobi yang sama, yakni membaca, sesuatu yang cukup sulit didapatkan pada abad 21, apalagi di Indonesia dan lebih spesifiknya, Jawa. Bukan lah sebuah kisah roman yang tertulis disini, tapi bagaimana sesuatu itu layak diperjuangkan.

Karena si pelajar perempuan tersebut, sang lelaki mulai giat membaca lagi, bahkan jauh lebih cepat menyelesaikan buku daripada sebelumnya. Adapun pemikirannya mulai terbuka karena intensitas dialektika diantara keduanya, dimana lelaki tersebut awalnya “kolot”, sekarang sudah mulai fleksibel menerima pikiran yang tidak sama dengan pikirannya. Topik yang mereka bicarakan pun sangatlah bervariasi, mulai dari Buku, Dongeng, Fenomena Sosial, Filsafat, Aliran Agama, Perbandingan Agama, Ideologi, Diri Mereka Sendiri, Pengalaman, Opini, Film, dll.

Buku adalah jendela dunia, kata banyak orang. Karena itulah yang mereka bicarakan sangat banyak, karena keduanya adalah pembaca. Tempat favorit mereka pun sama, perpustakaan. Berdua, membaca dan berbicara tak pernah bosan bagi si pelajar laki, semoga si pelajar perempuan juga. Pernah saat di perpustakaan mereka menumpuk cukup banyak buku untuk diperbincangkan seperti buku Vladimir Nabokov, Strange Tales, John Naisbitt, Harun Nasution, National Geographic dan banyak lagi.

Tidak hanya buku yang mereka perbincangkan, terkadang si perempuan meceritakan tentang talenta yang dia miliki seperti menari dan melukis/menggambar. Si lelaki hanya tercengang, ketertarikannya terhadap revolusi sudah membutakannya dari seni.

Dua kutub berbeda berkumpul dalam satu tempat yang disebut Perpustakaan.Dongeng ini masih sangat panjang jika diceritakan dan mungkin sangat luas jika dijelaskan, adakalanya dipotong dengan paksa karena penulisnya yang mengarang cerita bingung mencari kalimat, tapi masih akan berlanjut ceritanya. Au Revoir!

Kedai Resensi Surabaya

Resensi singkat dan segala macamnya. Dikelola oleh dua orang mahasiswa pegiat literasi dan berbasis di Surabaya. Kunjungi juga website lain yang turut kami kelola: Berpijar.co dan Klub Seri Buku.